DAY 10: TOP 5 Rekomendasi Buku Non Fiksi untuk "Self Development" #BPNRamadan2021

Thursday, April 22, 2021



Holla!

Di postingan kali ini gue mau berbagi rekomendasi buku yang bisa dibaca untuk mengisi waktu luang atau bahkan patut diluangkan waktu untuk membacanya. Buku-buku di bawah ini benar-benar membuka perspektif baru, menambah pengetahuan, dan bahkan mampu membantu mengenali diri kita sendiri. Beberapa sudah pernah gue review di Blog ini dan akan gue taruh link bagi yang ingin baca full review-nya. Semoga rekomendasi berikut ini bisa bermanfaat, yaa!

Keep on reading!


 

 

1. The Art of Thinking Clearly (Rolf Dobeli)



Buku ini gue tempatkan di urutan pertama dalam rekomendasi buku favorit Bintang. Sebelumnya, gue termasuk orang yang mudah overthinking. Entah karena sifat yang kelewat kritis dan perfeksionis, terkadang rasanya otak rasanya berisik banget dan nyaris selalu multi-tasking. Ada kalanya dalam hidup, kita sebagai manusia juga dihadapkan pada pilihan sulit. Entah karena terlalu banyak pilihan atau dilema antara dua pilihan yang tidak bisa kita korbankan dari priority list kita.


Buku ini hadir bukan untuk menjanjikan kita dengan "The Problem-Free Life". Tetapi membantu kita untuk mengurangi potensi adanya less irritianolity dalam pengambilan keputusan. Cara membaca buku ini bisa secara berurutan atau berdasarkan topik bahasan. Namun, disarankan membaca secara berurutan karena terdapat bahasan-bahasan yang saling terkait.



2. Rich Dad, Poor Dad (Robert T. Kiyosaki)




Sepertinya buku yang satu ini sudah tidak asing, yaa. Tetapi, buku ini wajib gue masukkan ke dalam list. Buku ini yang membuat gue semakin punya financial literation dan bahkan financial goal yang lebih konkret. Mungkin, buku ini agak sedikit beyond bagi teman-teman yang hidup dengan realita yang memaksa untuk berpikir 100% realistis. Sebenarnya bukan tidak mungkin kita memiliki pengaturan finansial hingga tahap investasi. Namun, sebelum sampai ke sana memang ada beberapa tingkatan finansial yang perlu kita lewati. Seperti memiliki dana darurat.


Namun, buku ini setidaknya memberikan gambaran umum tentang cash flow ideal serta cara berpikir keuangan yang sehat seperti apa. Faktanya, banyak orang yang secara nominal gaji cukup sejahtera. Namun, hidupnya hanya dari gaji ke gaji akibat sibuk membayar cicilan dan hutang lain. Sesuatu yang mereka sebut aset padahal hanyalah liabilitas alias aset konsumtif yang akan terus tergerus nilainya seiring dengan pertumbuhan inflasi. 


Lewat buku ini, gue jadi sadar bahwa mengatur keuangan itu jangan nunggu dari punya uang banyak dulu. Tetapi, siapkan ilmunya supaya rezeki kita pun ditambah oleh Sang Pencipta. Pada dasarnya, kita hanya akan diberikan rezeki sesuai dengan kesanggupan kita mengelolanya. Karena jika tidak, rezeki tersebut justru akan berbalik menjadi ujian bagi kehidupan. Bersyukur banget nemu buku ini jaman masih jadi mahasiswa! Review lengkapnya bisa kalian baca di sini, yaa!


Baca Juga: REVIEW - RICH DAD, POOR DAD by Robert T. Kiyosaki (Bahasa Indonesia)






3. Ikigai: The Japanese Secret to a Long and Happy Life (Hèctor Gracía & Francesc Miralles)



Buku ini cocok buat teman-teman yang masih ngerasa get lost. Masih berusaha mencari jati diri, passion, serta makna hidup. Meskipun bagi gue pencarian jati diri itu adalah A Lifetime Journey. Tetapi, kita akan selalu sampai pada titik-titik di mana kita memiliki perannya sendiri. Ikigai adalah prinsip hidup orang Jepang yang sudah dikenal dan menjadi nilai masyarakat sejak lama. Pastinya tahu dong, kalau masyarakat Jepang itu salah satu penduduk dengan Usia Harapan Hidup Tertinggi di dunia.


Namun, apa sebenarnya yang mendasari hal tersebut? Apa iya mereka kebetulan beruntung saja? Apa iya hanya karena gaya hidup sehat? Ternyata jawabannya adalah karena mereka juga memiliki ikigai. Singkatnya, ikigai itu adalah alasan kita untuk bangun setiap paginya. Rasa syukur serta pupose atau tujuan dalam hidup. Bukan hanya menyambung nyawa dari hari ke hari. Namun dengan tekad dan keinginan kuat untuk membuat setiap harinya menjadi bermakna. Review lengkapnya bisa kalian baca di sini, yaa!


Baca Juga: REVIEW - IKIGAI: The Japanese Secret to a Long and Happy Life






4. Are You Smart Enough to Work at Google? (William Poundstone)




Buku ini khusus buat kalian para Google Geek yang kepo banget sama Google as a company. Sebenarnya apa sih yang membuat Google itu begitu fenomenal? Mengapa banyak orang-orang jenius di seluruh dunia yang mendambakan bisa jadi karyawan Google? Benar, yaa kalau interview Google itu sulit dan nggak jarang pertanyaan-pertanyaannya suka nyeleneh dan Mind-Blowing?


Poundstone sebagai penulisnya menghadirkan sains dengan dibalut humor. Membuat kita tidak bisa tinggal diam selama membaca tanpa berusaha oret-oret jawaban dari pertanyaan baik logika maupun math problems yang membuat kita suka ketawa sendiri begitu menemukan jawabannya. Bentuk buku ini semacam material- case study - quiz - key answer. Terstruktur tetapi tetap fleksibel bagi pembaca mau mulai dari bagian mana. Jujur, sekilas bahasannya seperti berat banget. Padahal, selama gue baca buku ini, jujur! Nggak bisa berhenti ketawa. Review lengkapnya bisa kalian baca di sini, yaa!


Baca Juga : [BOOK REVIEW] Are You Smart Enough to Work at Google? - William Poundstone (English Version Reviewed in Bahasa Indonesia)






5. Self Driving (Rhenald Kasali)




Berada di urutan ke-5 tidak berarti jelek, loh yaa teman-teman. Kali ini buku dari Profesor UI, Prof. Rhenald Kasali yang mungkin namanya sudah tidak asing lagi. Mungkin pernah jadi dosen juga bagi teman-teman Soshum UI. Dulu pas kuliah ikut bedah bukunya beliau dan beli langsung jadi ada signature nya, deh hehehe.


Buku ini cocok buat semuanya mulai usia remaja terutama. Karena self-driving itu seharusnya adalah mentality yang kita miliki sejak dini. Apa kita mau jadi driver atau passenger? Alias mau jadi orang yang bisa membawa perubahan dan memiliki kendali atau hanya yang ikut arus saja? Buku ini mengajarkan tentang pentingnya memiliki prinsip dalam hidup dengan banyak studi kasus yang bisa kita jadikan pelajaran bersama. Tidak hanya bicara teori, namun juga memberikan contoh nyata tentang prakteknya dalam kehidupan sehari-hari. Review lengkapnya bisa kalian baca di sini, yaa!


Baca Juga: [REVIEW] SELF DRIVING - Menjadi Driver atau Pasenger? (Rhenald Kasali)

  

No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.