DAY 15: Setelah 3 Bahasa, Ini Sederet Bahasa Asing yang Ingin Bintang Kuasai #BPNRamadan2021

Thursday, April 29, 2021




Holla!

Di postingan kali , gue mau cerita tentang pengalaman belajar bahasa. Baik yang sudah dikuasai maupun yang masih belajar. Suka banget sama topik Blog Challenge Day 15! Sebelumnya gue juga sempat nulis di postingan lain sekaligus ngasih tips cara belajar bahasanya seperti apa yang efektif. Bisa cek di menu "Education" kalau mau baca, yaa. Penasaran apa saja bahasanya dan alasan yang mendorong untuk mempelajarinya?

Keep on reading!





My Journey as a Trilingual Person

Sebagai orang yang sudah suka dengan bahasa sejak kecil, sebenarnya bukan hal yang tak lazim kalau saat ini ada 3 bahasa yang gue kuasai. Dua di antaranya Bahasa Asing. Jika digabungkan dengan bahasa daerah, maka gue adalah hexalingual. Karena ada 3 Bahasa Daerah yang gue kuasai meskipun bukan sebagai expert, yaitu: Bahasa Jawa, Bahasa Sunda, dan Bahasa Melayu (Palembang).


Untuk Bahasa Asing yang sudah dikuasai selain Bahasa Indonesia (native languange):


1. Bahasa Inggris (English)

Bahasa ini sudah mulai dipelajari secara formal sejak Sekolah Dasar kelas 3 SD. It was the beginning of 2000's. Inget banget guru Bahasa Inggris pertama gue namanya Pak Awang. Cara ngajarnya enak banget dan mudah diingat. Kalau di rumah belajarnya sama Papa. Awal belajar di sekolah hanya menghafal kosakata. Tetapi di rumah sama Papa sudah diajari English Grammar.


Makin lama makin suka. Hingga akhirnya SMP Mama encourage buat les di LIA Bogor. Awal masuk itu ET 4 kalau nggak salah. Nama gurunya Mrs. Lia. Lucu dan seru banget gurunya dan teman-temannya juga asik-asik banget. Sedih cuma setahun terus pindah LIA ke cabang Kota Palembang karena Papa pindah tugas. Jadi sistem transfer nilai gitu pokoknya supaya nggak perlu ikut Placement Test lagi.



2. Bahasa Jepang (Japanese/ 日本語)

Awalnya nggak pernah menyangka kalau akan menguasai bahasa ini. Selain karena tuntutan saat SMA, Bahasa Jepang adalah bahasa ke-3, nggak pernah ada niatan lebih untuk mempelajarinya. Sampai akhirnya dapat beasiswa untuk sekolah ke Jepang dan "terpaksa" belajar, deh. Ternyata malah pengalaman ini jatohnya beneficial dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu prestasi paling stand out di CV karena dibuktikan juga dengan sertifikasi. Saat masih di Jepang kira-kira 9 tahun lalu, gue berhasil lolos JLPT N3 (Intermediate). Jujur jadi pengen tes lagi supaya level up ke N2 atau N1 sekalian.


Life often throws me into a path that didn't really captivate me yet eventually becomes my beautiful destiny. Bahasa ini lumayan punya keterikatan psikologis tersendiri. Bahkan lebih dari Bahasa Inggris. Salah satu Bahasa Asing yang mengubah cara pandang akan hidup dan mampu mempertemukan dengan banyak sekali orang-orang hebat dari seluruh dunia. 






Bahasa Asing yang Ingin Dikuasai dan Cerita di Baliknya

Sebagai orang yang hidup dengan 3 atau 6 bahasa, terkadang otak rasanya berisik banget! Menjadi multibahasa memaksa otak kita untuk selalu multi-tasking nyaris dalam setiap kesempatan. Apalagi ketika bertemu dengan foreigners maupun natives. Tetapi, tetap saja, belajar bahasa adalah salah satu hobi yang tak pernah lekang oleh waktu. Makanya, masih ada sederet bahasa yang ingin dikuasai seperti berikut ini.


1. Bahasa Arab (Arabic)

Jujur, gue nggak pernah sekolah di sekolah khusus Islam selain TK hahaha. Namanya juga sekolah negeri, pelajaran Agama Islam ya tidak dibahas sampai akar bahasanya. Tetapi ada sebuah pengalaman spiritual yang menghantarkan jiwa merasa terpanggil untuk mempelajarinya.


Pengalaman Ibadah Umroh 2019. Suka iri gitu lihat orang bisa cas cis cus ngomong Bahasa Arab. Menurut gue, Bahasa Arab merupakan salah satu bahasa terindah di dunia. Bukan saja karena bahasa Nabi dan bahasa Kalam Allah.SWT, tetapi bahasanya seperti lagu. Kalau di musik ada ketukan, di Bahasa Arab itu ada harakat. Itu adalah salah satu alasan yang menurut gue bikin bahasa ini itu indah banget! Sudah gitu, bayangkan saja kalau bisa paham isi Surah Al-Qur'an setiap membaca karena mahir juga bahasanya. Duh, semoga suatu hari nanti! Aamiin.



2. Bahasa Korea (Korean/ 한국)

Gue bukan kpopers sebenarnya. Tetapi ngerasa bahasa ini bisa dipelajari side by side dengan Bahasa Jepang. Ngerasa rugi saja kalau hanya bisa Bahasa Jepang tetapi nggak bisa Bahasa Korea. Di saat banyak orang sudah bisa meskipun bukan lewat jalur pendidikan formal. Walaupun misalnya hanya untuk casual conversation. Tetapi, ada yang unik. Di mana subjek tidak menjadi peran utama dalam struktur Tata Bahasa Bahasa Korea. 


Beberapa kali nonton Drama Korea (setelah dikurasi), memang ada beberapa value masyarakatnya yang menarik untuk dipelajari. soal pengucapan juga lumayan tricky karena cenderung punya banyak diftong. Bedanya dengan Bahasa Jepang, terkadang pelafalan Bahasa Korea berbeda dengan penulisan Hangeul nya. Selain itu, kayaknya kalau suatu hari kesampaian traveling ke Korea bakal helpful kalau sudah mahir bahasanya.



3. Bahasa Jerman (Deustch)

Sewaktu kuliah, gue sempat jadi PIC untuk seorang German Architect. Gue kagum, sih kok Jerman ini kayaknya stok orang jeniusnya nggak habis-habis. Secara kultur pun termasuk negara dalam golongan bangsa Aria yang sangat menjunjung tinggi bahasa ibu mereka. 


Layaknya Bahasa Perancis, bahasa ini juga punya gender. Feminim dan maskulin. Kemudian kayaknya asik kalau melancong ke Eropa terus bisa Bahasa Jerman kayak keren gitu hehehe. Meskipun yang lebih universal adalah Bahasa Perancis karena dipakai juga di beberapa negara Eropa lainnya. Tetapi jujur, masih penasaran dengan bahasa yang satu ini.



***

Thank you for dropping by!

Bintang Mahayana ©️ 2021

BPN 30 Day Ramadan "Blog Challenge 2021" - Day 15: Bahasa yang Ingin Dikuasai


No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.