DAY 7: Tips Cara Meraih Skin Goals untuk Kulit yang Lebih Sehat di Tahun 2021 #BPNRamadan2021

Monday, April 19, 2021



Holla!

Di postingan kali ini gue mau cerita pengalaman sekaligus berbagi tips seputar perjalanan gue meraih skin goals. Sebelum membaca lebih jauh, gue perlu taruh disclaimer di awal. Kalau postingan ini tidak menjamin kulit kalian bakal langsung glowing paripurna bak aktris Korea. Semua butuh kesabaran, konsistensi, ketekunan, dan keikhlasan. Bukan nggak mungkin juga saat lebaran nanti kulit kalian akan lebih sehat dan terlihat lebih bercahaya. Asalkan kita sama-sama sadari betul pentingnya merawat dan menyehatkan kulit itu sendiri.

So, keep on reading!


 


Menyehatkan vs Menyembuhkan

Sering dapat curhatan via DM Instagram kalau banyak dari teman-teman yang merasa sudah sangat lelah dengan kondisi kulitnya. Sebagian besar bercerita soal jerawat. Nggak sedikit yang share foto juga. Meskipun gue sudah tegaskan sedari awal bahwa gue bukan dermatologist atau expert. Sehingga, bukan wewenang gue untuk mendiagnosis. Apalagi jika kondisinya cukup parah. Tetapi, gue paham. Beberapa di antara teman-teman mungkin sudah ada yang berusaha konsultasi dengan ahli namun belum membuahkan hasil. Sehingga butuh saran dari pihak non medis yang bisa sedikit banyak berbagi dari sudut pandang pengalaman pribadi.


Namun, tidak jarang yang setiap bertanya maunya cepat dan instan.

"Yaudah, Bin jadi gue harus pakai apa aja ini yang cocok buat kulit gue?"


Jujur kadang dalam hati mau ngebatin, "Mana gue tau". Tetapi, gue juga pernah ada di posisi mereka waktu baru lepas dari perawatan klinik kecantikan dan memang kalau segala cara diupayakan, biaya sudah banyak dikeluarkan, rasanya sangat melelahkan. Tetapi, tetap hal itu tidak gue benarkan, yaa teman-teman. Kita tidak bisa copy paste mentah-mentah skincare regimen orang lain tanpa riset lebih lanjut kemudian berharap hasil yang sama. 


Menyehatkan kulit dan menyembuhkan itu serupa tetapi tak sama. Menyehatkan kulit itu lebih ke menikmati prosesnya. Biar bagaimanapun, kulit kita adalah pakaian yang akan kita kenakan seumur hidup. Sedangkan menyembuhkan kulit, namanya juga ingin sembuh ya harus segera. Tetapi, masalahnya soal kulit itu it's never black on white. Meskipun begitu, hati akan jauh lebih tenang dan bahagia kalau kita mau ubah sedikit saja perspektif kita. Bahwa kulit itu bukan hanya perkara estetika, tetapi juga kesehatan. Baik fisik maupun mental.





Definisi Kulit yang Sehat

Samakan persepsi dulu, yuk! Kulit yang sehat itu sebenarnya parameternya apa saja sih? Kondisinya bagaimana? Tujuan kita tahu soal ini adalah untuk dapat memiliki target yang terukur atau skin goals yang realistis. Sehingga, kita juga tidak capek sendiri. Kalau semua ingin teratasi once at a time, ya jadinya seperti kasus pertama tadi. Maunya instan dan ogah mikir lagi. Hanya ingin disodorkan produk yang siapapun juga tidak bisa jamin reaksinya di kulit yang bersangkutan akan seperti apa, bukan?



Bagan Skin Quadrant di atas adalah kuadran jenis kulit yang gue petakan berdasarkan kondisi pori-pori dan minyaknya. Tentunya karakter kulit itu bukan gue yang ngarang. Selengkapnya bisa kalian baca di jurnal² yang gue sitasi di bagian "Referensi". Nah, gampangnya kondisi kulit yang sehat atau ideal itu dalam kategori normal, yaitu kadar sebum (minyak alami) dan air di kulit seimbang. Sehingga, kulit juga akan lebih resilien terhadap permasalahan yang mungkin terjadi. Dengan kata lain, skin barrier nya cukup kuat untuk melindungi lapisan kulit di bawahnya. Jika kulit kita hanya bermasalah di waktu-waktu tertentu saja, bisa jadi kulit kita sedang dalam kondisi sensitized.







Kenali Dulu Penyebab dan Masalahnya


Kalau kita nggak tahu akar yang jadi penyebab masalah kulit itu terjadi, lalu bagaimana kita bisa berharap usaha kita akan berhasil? Sering orang salah kaprah. Merasa bahwa suatu saat mereka akan menemukan satu produk ajaib yang bisa menghempaskan semua masalah kulitnya dalam semalam. Padahal, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan masalah itu terjadi. Coba analisis, mana dari kondisi berikut ini yang paling menggambarkan kebiasaan atau perlakuan terhadap kulit kita sehari-hari?













Step by Step Meraih Skin Goals ala Bintang


Sekarang kita sudah sama-sama tahu bahwa untuk mendapatkan skin goals dibutuhkan ketelatenan dan kesabaran dalam prosesnya. Bahwa tidak pernah ada one step formula yang saklek karena masing-masing kulit kita itu unik. Karena kulit juga merupakan cerminan dari asupan nutrisi¹ yang kita konsumsi serta faktor genetik yang kita wariskan. Lalu, bagaimana caranya kita bisa menyehatkan kulit dan dealing dengan faktor-faktor tersebut? Beberapa step di bawah ini mungkin akan terlihat clichè. Namun, jangan remehkan konsistensi dari melakukannya. 



1. Buat target yang realistis dan terukur

Menurut gue, menjadi realistis dalam hal menentukan skin goals itu penting. Dengan membuat target yang realistis dan terukur, kita memberi kesempatan pada diri kita untuk meraihnya secara bertahap. Cara ini juga akan membuat kita lebih bahagia dan mensyukuri perubahan sekecil apapun pada kulit kita.


Misalnya, target bulan ini pokoknya jerawat aktif harus sudah reda. Tidak tumbuh jerawat baru. Ketika itu tercapai, kita akan merasa ada pencapaian. Kemudian menjadi lebih semangat untuk membuat serta mencapai target berikutnya. Misalnya, bulan depan fokus di bekas kemerahan harus segera reda, setidaknya 50-70% dan begitu seterusnya.




2. Kenali jenis kulit dan penyebab masalah kulit

Mau kita merawat sendiri atau konsultasi dengan dokter pun pasti akan perlu analisis ini. Untuk itulah penting untuk mendokumentasikan Skin Progress, agar kita tahu perubahan apa saja yang terjadi pada kulit dalam kurun waktu tertentu. Kalau pengalaman gue, sudah jelas kondisinya berubah signifikan menjadi breakout karena skin barrier gue terganggu akibat produk perawatan klinik kecantikan bersteroid. Ditambah pula hormon karena masih masa remaja menuju early adult


Sehingga akar permasalahnnya sudah terdeteksi sedari awal. Kalau misalnya kita punya problem dengan gaya hidup yang tidak sehat, yaa jangan heran kalau pakai skincare apapun rasanya tidak mempan. Maka, cari tahu dulu lalu perbaiki atau setidaknya secara bertahap minimalisasi faktor penyebabnya.




3. Fokus pada basic skincare untuk meningkatkan skin resillience secara beriringan dengan memperbaiki gaya hidup agar lebih sehat


Tanpa resiliensi atau ketahanan yang baik, tentu saja pakai produk apapun tidak akan maksimal hasilnya. Sering gue temui, orang yang memiliki beberapa masalah kulit selalu ingin semua masalahnya hempas dalam waktu bersamaan. Tetapi tidak mau memperbaiki gaya hidupnya yang tidak sehat. Misalnya, ada masalah dengan jerawat, pori-pori besar, komedo, kulit berminyak, flek, hingga kulit kusam. Ingin semua bisa dituntaskan dengan produk tertentu. Tetapi masih hobi begadang, tidak pakai maupun reapply sunscreen, masih suka memegang wajah dengan tangan kotor, dsb. 


Kita harus sadari bahwa kebiasaan buruk akan menghambat proses kita serta mulai menangani dari masalah yang sifatnya urgent dahulu. Agar yang lainnya mengikuti dan dimaksimalkan kemudian. Kita bisa mulai dengan mencari basic skincare yang tepat yaitu dengan formula CTMP - Cleansing, Toning, Moisturizing, and Protecting. Untuk pembahasan mengenai CTMP bagi masing-masing jenis kulit, bisa dibaca dengan klik link di bawah ini, yaa!


Baca Juga:  Basic Skincare Tips untuk Pemula (All Skin Types)




4. Kelola stres dengan meditasi, hobi produktif, dan tidur yang cukup

Dulu, gue memang sempat stres banget selama 6 tahun harus berjuang melawan jerawat dan bekasnya. Tetapi, akhirnya sadar kalau stres itu hanya akan memperparah kondisi kulit. Happy me, happy skin. Itu aja yang gue ingat. Kalau mau kulitnya happy, kita sebagai pemiliknya juga harus happy dulu. Melakukan hobi yang mengasah skill dan membantu konsentrasi lumayan membantu coping with stress.


Kalau gue pribadi, waktu itu sering-sering ngelukis. Jadi otaknya lebih rileks. Stres itu bukan ditahan atau dianggap tidak ada. Tetapi, stres itu baiknya disalurkan pada hal-hal yang positif dan menghasilkan. Kalau kalian sudah bisa kelola ini, insyaallah akan segera tercapai skin goals nya. Aamiin!



5. Perbanyak berpikir positif dan berikan sugesti positif pada diri

Kedengarannya ini sepele. Tetapi, tanpa sadar terkadang kita membandingkan progres kita dengan orang lain. Padahal, kulitnya saja berbeda. Apalagi genetiknya. Jadi, tidak bisa disamaratakan. Pokoknya, perbanyak ucapan yang baik-baik. Tahu, kan tubuh kita 90% adalah air? Maka, jangan biarkan air dalam tubuh kita menyerap energi negatif dari luar. Kalau ada yang nyinyir, coba take a step back. Adakah yang bisa diambil sebagai bahan introspeksi diri atau hanya perlu diabaikan saja? Kita tidak punya kendali atas komentar maupun pikiran orang lain. Yang kita punya hanyalah kendali untuk merespon seperti apa trigger yang orang berikan.



***
Thank you all for dropping by! I wish you the very best of luck on your skin journey!

Bintang Mahayana ©️ 2021
BPN 30 Day Ramadan - Blog Challenge 2021
[DAY 7 : Target yang Ingin Dicapai di Tahun 2021]


REFERENSI

¹Schagen, Silke K. et al. 2012. Discovering the link between nutrition and skin aging. Dalam PubMed. Diakses pada 18 April 2021.


²Wahyuningtyas, Regina Suci dkk. 2015. Sistem Pakar Penentuan Jenis Kulit Wajah Wanita Wanita Menggunakan Metode Naïve Bayes. Dalam Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi. Diakses pada 18 April 2021

No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.