[REVIEW] The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane - Safe for Retinol Beginner? | Bintang Mahayana

 Holla!

Di postingan kali ini gue mau meracun suatu produk skincare yang review nya paling exciting untuk ditulis di akhir 2020 ini! Kalau kalian lagi cari rekomendasi retinol untuk pemula, The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini harus banget kalian baca review lengkapnya di sini! Btw, this is my very first retinol! Kalau kalian penasaran gimana efeknya di kulit gue, keep on reading! :)






ABOUT THE COMPANY


Brandon Truxane
Courtesy of Deciem


The Ordinary merupakan brand yang dilahirkan oleh sebuah perusahaan yang bernama Deciem di Toronto, Canada yang diprakarsai oleh Brandon Truxane. Sebelumnya, Truxane telah sukses dengan 2 luxurious beauty brands lainnya. Namun, kini ia sukses dengan The Ordinary sebagai affordable beauty brand. Di dunia beauty industry yang marak dengan stereotype perihal missleading ads, doubtful reviews, overpriced products, dan lain sebagainya, Deciem hadir bagai udara segar dengan transparansinya sebagai sebuah beauty brand yang membuatnya stand out dan begitu ramai jadi perbincangan para beauty enthusiasts dari berbagai penjuru dunia. 

Hadir dengan label "The Abnormal Beauty Company", Deciem terkenal dengan ingredients dari produk-produknya yang sangat straight forward dan dengan harga yang sangat affordable. Salah satu produk termahal The Ordinary adalah The Ordinary Buffet serum yang mengandung peptida sebagai anti-aging serum. Dijual dengan retail seharga USD14.80. Sedangkan produk lainnya hanya di kisaran USD7-10 saja. 



WHAT IS RETINOL?

Retinol adalah turunan sintetik yang didapatkan dari vitamin A, sekelompok vitamin yang dapat larut dalam lemak. Kandungan ini umumnya terdapat pada wortel, telur, dan kentang manis. Sekarang ini terdapat bermacam retinol yang dapat digunakan, seperti tretinoin, tazarotene, bexarotene, dan adapalene. Tetapi beberapa jenis retinol adalah prescription products, yaitu harus disertai resep dokter dan di bawah pengawasan dokter. Namun, sekarang sudah banyak produk skincare OTC yang dapat digunakan tanpa resep dokter salah satunya adalah The Ordinary Retinol.02% in Squalane.


Saat retinol diaplikasikan secara topikal, kandungan yang ada akan diubah menjadi asam retinoat oleh enzim yang terdapat di kulit. Asam retinoat juga dapat dioleskan, tetapi jauh lebih keras sifatnya dibandingkan krim atau serum dari retinol. Hal tersebut karena asam retinoat tidak dapat diubah secara alami dalam waktu yang lama. Retinol dapat bekerja untuk perawatan kulit dengan cara membantu tubuh mempercepat pembaruan kulit dan meningkatkan produksi kolagen. Sehingga, tubuh kamu akan mendapatkan hasil yang maksimal terkait kecantikan pada wajah dan kulit. (Halodoc)



MY SKIN PROFILE

Skin Type              : Normal to Dry
Skin Tone              : Light
Skin Undertone    : Neutral
Skin Concerns    : Acne Scars, Whiteheads, Dark Spots (PIH), Large Pores, Sensitive & Reactive Skin, Acne-Prone



PRODUCT DETAILS




Nama Produk The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane
Nama Brand   : The Ordinary
Negara Asal    : Canada
Jenis Produk   :  Anti-aging
Ukuran            : 30ml/1.01fl.oz
Batch No.        : [19-99] [B-02-01]
PAO                 : 3M (3 bulan setelah kemasan dibuka)
Expiry Date     : -
Harga               : Rp175.000,00
Tekstur            : squalane (oil)
Jenis Kulit       : All Skin Type 
Purchase point : Shopee ID schminkhaus
Manufactured by : DECIEM Canada



INGREDIENTS

SQUALANE, CAPRYLIC/ CAPRIC TRIGLYCERIDE, SIMMONDSIA CHINENSIS (JOJOBA) SEED OIL, RETINOL*, SOLANUM LYCOPERSICUM (TOMATO) FRUIT EXTRACT, ROSMARINUS OFFICINALIS (ROSEMARY) LEAF EXTRACT, HYDROXYMETHOXYPENYL DECANONE, BHT*.

___ : essential oils

___ : retinol (pure retinol)

___ : antioxidant

*Pure Retinol (zat aktif turunan dari retinoic acid)

**Butylated hydroxytoluene (BHT)



PACKAGING

Outside

Packaging luar dari The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini dibalut kardus putih dengan list silver khas The Ordinary. Namun, bukan sembarang kardus, loh. The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini dikemas dengan box berlabel UV Protective Packaging, yang artinya box packaging ini mampu melindungi produk di dalamnya agar tidak mudah terkontaminasi sinar UV. Sehingga, produk tidak akan mudah teroksidasi. Terdapat peringatan juga bahwa The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini harus disimpan di dalam kulkas setelah dibuka.





Inside

Packaging dalam dari The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini menggunakan botol kaca berwarna coklat gelap dan pipet karet berwarna putih. Sticker doff nya waterproof dan oil proof. Jadi, meskipun udah dipakai berkali-kali penampilannya akan tetap seperti baru. Stocker pada bagian badan botolnya tetap lengkap dengan cara pemakaian, PAO, informasi produk secara general. Hanya tidak terdapat ingredient list seperti pada box nya. 





Barcode Scan Result

Saran buat teman-teman setiap beli The Ordinary coba scan barcode terlebih dahulu sebelum produknya digunakan supaya terjamin keasliannya. Karena, saat ini banyak banget yang jual The Ordinary palsu. Di App Store/ Google Playstore sudah banyak "Barcode Scanned" App yang bisa di-download secara gratis. Biasanya akan diarahkan ke website seperti di bawah ini. Kalau muncul informasi seperti tampilan di bawah, artinya The Ordinary yang kalian punya itu original.




FRAGRANCE

The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini tidak mengandung fragrance. Tetapi kalau dideskripsikan seperti apa, mungkin agak mirip dengan wangi minyak jelantah haha. Tetapi wanginya nggak mengganggu sama sekali dan akan segera hilang setelah diaplikasikan ke wajah, kok.



TEXTURE

Tekstur dari The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini sebenarnya untuk ukuran oil product bisa dikatakan cukup lightweight. Hal ini dikarenakan bahan dasarnya adalah squalane, yaitu salah satu jenis oil yang teksturnya paling ringan. Jadi, walaupun oil menurut gue ini nggak sampe tacky. Kalau sudah ditimpa moisturizer terus kalian massage pakai jade roller, lama-kelamaan nggak akan terlalu terasa lagi residunya di permukaan kulit. Jadi, bisa dibilang ini cukup cepat meresap.





HOW TO USE

Sebenarnya ada 2 cara memakai The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane, tergantung dengan personal preference serta skincare regime masing-masing.

1. Sebagai Oil Based Serum

The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini bisa dipakai di slot oil-based serum yang dipakai setelah water-based serum seperti Hyaluronic Acid Serum (jika menggunakan) atau setelah toner/essence. Cara pemakaian ini adalah yang direkomendasikan oleh The Ordinary pada kemasan produknya.

2. Sebagai Face Oil

The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane ini bisa juga dipakai sebagai face oil. Dengan catatan, dipakai sebelum heavy skincare/ super occlusive product. Kalau kalian pakai moisturizer yang gel-based atau lotion, produk ini masih bisa dijadikan face oil. Tetapi, kalau moisturizer yang dipakai adalah cream, apalagi mengandung essential oils di dalamnya atau pakai sleeping mask, sebaiknya produk ini dimasukkan ke dalam slot Oil-Based Serum, yaa.



EFFECTIVENESS

Untuk efektifitas dari produk ini sendiri, concern yang gue hadapi adalah poin-poin di bawah ini. Diurutkan dari yang perubahannya prominent atau paling terlihat.


1. Dark spots (Sun Spots & PIH) 

Ini manfaat prominent yang gue rasain setelah rutin pakai ini setiap malam. Setelah sebulan pakai, PIH yang tadinya bandel banget nggak mau hilang setelah berbulan-bulan bisa langsung pudar bahkan ada yang hilang juga. MNMungkin ini juga hasil kombinasi dengan skincare lainnya. Tetapi, bisa dikatakan Retinol berperan paling besar di sini karena paling rutin dipakai. 


2. Dark Circles & Fine Lines in Undereye Area

Gue punya dark circle yang cukup parah dan ada faktor genetik juga. Sudah coba berbagai eye cream maupun eye serum. Tetapi belum ada yang sanggup menumpas tuntas atau setidaknya sedikit mengurangi. Fine lines  juga baru-baru ini hadir dan sering bikin concealer jadi gampang terlihat cracking karena akan fill in  di antara fine lines-nya.



Dark circle sedikit samar setelah dibantu dengan pola tidur yang benar juga. Fine lines  masih ada tetapi cukup improved. Setidaknya concealer gue nggak sejelas dulu kalau cracking. Bahkan, terkadang nggak cracking sama sekali.


3. Uneven Skin Tone

Sempat ada masalah kulit kusam. Apakagi kalau sebelum period, selalu kusam karena memang aktivitas hormon. Terus, di beberapa area lipatan kulit wajah juga ada yang gelap banget. Jadi terallu berbayang gitu kalau foto. Terutama area cuping hidung dan undereye. Tetapi, sejak pakai retinol, kelihatan banget kalau warna kulit jadi makin rata dan makin cerah. Setidaknya, kulit gue baik ke undertone aslinya yang cenderung neutral to cool (pink undertone). Soalnya kalau kusam, pasti jatohnya terlihat lebih yellow atau greyish.


4. Large Pores

Pori-pori gue memang besar karena genetik. Jadi, nggak banyak berharap bakal benar-benar sampai terlihat "poreless". Tetapi, sejak rutin The Ordinary Retinol 0.2% in Squalane, gue notice kalau pori-pori sedikit lebih samar. Jadi, tiap make up complexion bisa lebih flawless. Tentunya, ini juga didukung dengan basic skincare yang kuat dan rutin juga, yaa. Nggak bisa enggak, gaes!

Baca Juga[REVIEW] ISNTREE Hyaluronic Acid Toner Plus (5 types Hydrochloric Acid) | Bintang Mahayana



5.Acne Scars

Ini efek yang paling rendah presentasenya dan paling lama didapat, imo. Tipe acne scars gue adalah box scars yang sebenarnya kalau kasat mata nggak terlalu terlihat. Baru akan jelas kalau kena natural lighting. Tetapi, perlahan mulai terlihat naik kulitnya dan samar. Sebenarnya masih ada, apalagi kalau dilihat dari jarak dekat. Makanya, saat ini gue coba kombinasikan dengan Snail Filtrate supaya makin lembab dan ada perubahan untuk acne scars nya. Hopefully, yaa!😊



FINAL VERDICT

Overall, gue bisa bilang keputusan gue untuk menambahkan retinol ke dalam skincare regime gue adalah salah satu keputusan terbaik di tahun 2020. Bahkan, kadang terpikir "coba aja udah pakai retinol dari dulu~"


Pros (+)

+ Menyamarkan dark sports

+ Mengurangi dark circle dan sedikit mengurangi fine lines

+ Menyamarkan pori-pori

+ Bikin glowing sehat, cerah, dan meratakan warna kulit

+ Tanpa proses purging

+ Tidak membuat kering dan malah melembabkan


Cons (-)

- PAO hanya 3 bulan jadi harus rutin dipakai nggak boleh males

- Penyimpanan harus di dalam kulkas, jadi agak susah aklau mau

 dibawa traveling agak riskan dan ribet, yaa 




RECCOMENDATION

Recommended for:

- Retinol beginners yang benar-benar belum ada pengalaman pakai retinol sama sekali.

- Teman-teman yang sudah punya basic skincare  CTMP (Cleansing, Toning, Moisturizing, dan Protecting) yang sudah kuat dan firmed.

- Usia minimal 20 tahun. Sebenarnya memang nggak ada aturan pasti retinol baru boleh dipakai umur berapa. Tetapi, gue rasa under 20s itu kulit kalian masih punya kemampuan regenerasi yang baik. Produksi kolagennya juga masih baik.

- Dry skin type yang mau coba retinol boleh banget pakai ini karena Squalane nya bikin lembab tapi nggak over moisturized. Tetapi, pada dasarnya all skin type bisa pakai ini, kok.


Not Recommended for:

- Teman-teman yang belum punya basic skincare CTMP yang kuat.

- Pemilik kulit acne-prone yang sedang breakout parah. Saran lebih pakai retinol ketika sudah tingal bekasnya. Fokus calming  jerawat aktifnya dulu saja.

- Bumil dan busui, karena belum ada PubMed yang menyatakan bahwa retinol itu aman atau tidak jika digunakan oleh ibu hamil dan ibu menyusui. Sebaiknya dikonsultasikan lagi dengan dokter terkait, yaa supaya lebih yakin.



Thank you for visiting and droppoing by! :)



References:

https://www.allure.com/story/everything-you-wanted-to-know-about-deciem

https://www.halodoc.com/artikel/manfaat-retinol-untuk-kecantikan-kulit-ini-buktinya



Disclaimer
- Bukan dermatologist atau skincare expert. Konsultasi silakan hubungi dokter.
- Hasil pemakaian produk pada jenis kulit tiap orang kemungkinan terdapat perbedaan.
- Review ditulis berdasarkan pengalaman pribadi menggunakan produk selama 2 bulan pemakaian.
- Foto-foto pada artikel ini telah dicantumkan sumbernya masing-masing. 
- Mohon tidak menggunakan atau repost konten ini tanpa seizin penulis.
- Produk tidak terafiliasi dengan brand maupun pihak manapun (personal purchase)
- Contact Me: https://linktr.ee/bintangmahayana.com atau menggunakan fitur "Contact Me" pada bagian side bar kanan Blog ini.

No comments:

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.