DAY 5: TOP 7 Fakta Tentang Bintang soal Skin Care #BPNRamadan2021

Saturday, April 17, 2021

Holla!

Di postingan kali ini, gue mau cerita 7 Fakta tentang Skin Care atau kegiatan merawat diri dari awal mengenal tentang skincare hingga sekarang. Alasan bikin artikel ini selain karena tema DAY 5 #BPNRamadan2021 ini 7 fakta tentang diri kita sendiri, rasanya kok kurang menarik kalau cuma cerita soal fakta personal seperti karakter dan lain sebagainya. Akhirnya, terpikir untuk berbagi pengalaman soal Skin Care. Penasaran?

Keep on reading!





"Skin Care" vs "Skincare"

Sebelum ngomongin 7 fakta tersebut, samain persepsi dulu, yuk supaya nggak bingung. Mungkin dari kalian ada yang bingung sama perbedaan keduanya. Makanya gue mau jelasin dulu supaya selama baca artikel ini kita satu persepsi. Berikut penjelasannya.


SKIN CARE - penulisan dua kata yang menjadi frase. Sehingga ditulis dengan spasi antara kata "Skin" yang artinya kulit dan "Care" yang artinya menjaga. "Skin Care" berkedudukan sebagai verb atau kata kerja yang menunjukkan kegiatan merawat kulit itu sendiri.


Contoh: Anne has been very keen about her skin care by using sunscreen since she was just 13 due to her skin sensitivity

Artinya: Anne sudah sangat rajin merawat kulitnya dengan sunscreen sejak masih berusia 13 tahun karena kulitnya sensitif.



SKINCARE - merupakan satu kata yang berkedudukan sebagai modified noun atau kata benda yang menjelaskan kata benda lainnya. Misalnya, merujuk pada produk yang digunakan dalam kegiatan "skin care" maupun kegiatan yang berkenaan dengan itu.


Contoh: I love watching Hollywood Celebrity's skincare routine videos on Harper's Bazaar's channel.

Artinya: Saya suka menonton video perawatan kulit rutin artis Hollywood di kanal Harper's Bazaar.

(Note: skincare adalah modifier noun bagi routine yang merupakan noun juga.)




7 Fakta tentang Bintang soal Skin Care


1. Pakai skincare sejak kelas 6 SD

Dulu sekolah gue sering banget ngadain acara berenang. Gara-gara temen gue beberapa pada dibawain sunscreen sama Mamanya, sebagai bocil kepo gue nanya lah,  "Itu apaan?" Kata temen gue, "Ini sunscreen biar habis berenang nggak belang." 


Yaudah gue bagi lah hahaha. Dulu hitz banget sunscreen Nivea botol yang bisa buat sebadan. Skincare bocil mah versatile, Bund. Beda sama skincare kita sekarang. Produk ini sebaiknya diaplikasikan hanya di bagian dahi dekat tulang alis 45 derajat ke arah pelipis. Gadeng!




2. Pernah breakout parah saat usia 14 tahun

Ini masa-masa kelam dalam dunia per-skincare-an gue. Waktu itu awalnya cuma jerawat hormon karena masih remaja. Pakai facial wash sama pelembab yang ada SPF nya. Karena ngertinya baru itu. Jaman-jaman kejayaan Clean n Clear, nih! Sebenarnya cocok-cocok aja. Tetapi karena laju hormon terus mengalami peningkatan ditambah stres karena persiapan masuk SMA dan sering pulang malem karena bimbel plus les bahasa, jadilah Boom!


Terus sama Mama diajak ke klinik. Ini bukan klinik abal-abal dan cukup terkenal karena cabangnya udah banyak banget di seluruh Indonesia. Dulu sih branding nya purple tapi udah ganti color branding sekarang hehehe tebak aja. Ini pertama kalinya ngerasain facial, blue light ozone, dan steroid cream. Sebulan kemudian wajah bersih tanpa jerawat. Bekas-bekasnya juga memudar. Cuma karena mahal, nggak lanjut. Salahnya gue, waktu berhenti langsung drastis berubah haluan ke skincare OTC.


Andaikata waktu itu cuma ambil treatment saja, mungkin nggak akan terjadi sampai segitunya. Tetapi perjuangan 6 tahun sembuh dari jerawat dan bekasnya itu membuahkan hasil. Pertama belajar tentang skincare yang benar itu, yaa gara-gara segmen "Skincare 101" nya Kak Affi Assegaf di Female Daily Network YouTube Channel. Makanya sayang banget sama FD! Love you too Mama Affi♡




3. Step terfavorit adalah eksfoliasi

Gue nggak kebayang bagaimana jadinya kulit gue tanpa exfoliation. Apalagi di usia 20-an pertengahan menuju akhir skin cells turn over gue sudah melambat. Sehingga, perlu AHA, BHA, PHA untuk membantu mempercepat regenerasi sel kulit mati supaya kulit nggak mudah kusam dan tetap terasa halus. 


Dulu gue memulai dengan physical exfoliation pakai charcoal mud mask - favorit gue sampai sekarang sebagai weekly exfoliation routine. Tetapi, sejak awal 2019 gue juga mulai mengenalkan kulit gue dengan chemical exfoliation, yaitu Avoskin Miraculous Refining Toner. Gue naikkan frekuensi secara bertahap dari 1x seminggu, 3x seminggu, sampai akhirnya bisa eksfoliasi setiap hari. Biasanya dalam seminggu hanya jeda sehari nggak eksfoliasi supaya kulitnya istirahat. Selain AHA, BHA, PHA, ingredient lain yang gue gunakan untuk mempercepat regenerasi sel kulit mati adalah retinol. Benar-benar eksfoliasi adalah keputusan terbaik yang gue ambil di usia 20-an dalam meng-upgrade skincare routine.


Baca Juga: [REVIEW] AVOSKIN Miraculous Refining Toner | Beneran Hempaskan Komedo dan Pori-pori Besar?



4. Metode skincare terfavorit adalah 7 Skins Method dan Scrambled Oil Method

Kulit gue tipenya normal to dry skin. Meskipun saat ini sudah lebih cenderung normal. Tetapi, gue tetap suka dengan 7 Skins Method  ala Korea - yaitu menggunakan hydrating toner sebanyak 7 layers dengan masing-masing layer hanya menggunakan 1 tetes. Bagi teman-teman yang nggak terbiasa dengan Korean Skincare, kedengarannya step ini boros atau bikin over moist. Nyatanya, tidak. Pemakaian per layer itu tipis banget




Tujuannya adalah supaya memberikan waktu bagi kulit kita untuk menyerap produk secara bertahap. Gue merasakan bedanya pakai toner 1 layer tetapi agak banyak (3-5 tetes) dan 7 layers masing-masing 1 tetes. Cara yang ke-2 lembabnya lebih terasa dan lebih tahan lama di kulit. Apalagi sehari-hari ada di ruangan AC. Tetapi, biasanya metode ini gue gunakan dengan hydrating toner jenis essence toner atau watery toner. Kalau milky toner biasanya mentok sampai 5 layers saja. Karena biasanya milky toner mengandung oil. Kalau terlalu banyak bisa suffocating di kulit alias sumuk, pengap, dan gerah.


Baca Juga: [REVIEW] Studio Tropik Herbitus Skin Tonic | Local Brand Skincare dengan Kandungan Mugwort yang Menenangkan




Teknik yang dalam kategori sama namun berbeda adalah Scrambled Oil Method. Kok sama? Maksudnya tujuannya itu sama-sama untuk Skip-Care. Bedanya, metode ini hanya perlu 1 layer tetapi terdiri dari 2 produk yang di-mix menjadi satu, yaitu hydrating toner dan oil-based product.  Jadi, kalau lagi males bisa bikin regimen lebih simpel saja dengan 1-2 produk yang dipakai setelah cleansing. Gue pecinta essential oils terutama Rosehip Oil. Biasanya, teknik scrambled gue pakai sebelum Make Up juga. Supaya nggak terlalu lama nunggu Rosehip Oil nya menyerap ke dalam kulit dan bisa langsung ditumpuk complexion beberapa menit kemudian.


Baca Juga: [REVIEW] SUKIN Certified Organic Rosehip Oil dan 7 Tips Cara Menggunakannya untuk Seluruh Tubuh




5. Alergi dengan Tea Tree

Regardless kecintaan gue terhadap essential oils, sayangnya kulit gue ini kurang bisa menolerani Tea Tree. Baik Tea Tree Water maupun Tea Tree Oil. Awal mula gue mendeteksi ini adalah saat mencoba rangkaian Tea Tree dari salah satu green label terkenal yang harganya juga agak ngajak ribut, yaa. Coba sheet mask Tea Tree juga pasti muncul jerawat. 


Lucunya, kadar 1% di exfoliating toner nya Avoskin baik-baik saja. Kandungan Tea Tree di Acne Cream Night nya Scarlett Whitening pun sama. Tetapi di serumnya saja karena lebih poten jadi cuma bisa dipakai di area yang berjerawat.







6. Nggak hobi pakai sheet mask

Jujur, gue suka guilty pleasure setiap pakai produk yang cuma sekali pakai. Kurang environmentally-friendly dan boros juga. Selain itu, bagi gue sheet mask mau sebagus dan semahal apapun selalu lengket after effect nya. Makanya di Blog ini gue nggak pernah review sheet mask lagi. 




7. Suka eksplor produk dan layering active ingredients

Buat gue, skincare is my experiment playground. Bukan untuk "mengobati" tetapi "meditating while having fun". Soalnya, kondisi skin barrier gue sudah jauh lebih resillient dibanding yang dulu. Hal ini disebabkan oleh semakin kuatnya basic skincare hydration yang diterapkan.


Baca Juga: Basic Skincare Tips untuk Pemula (All Skin Types)



Berkali-kali ditanya, "kandungan apa aja, sih yang nggak boleh digabung?" Bagi gue, semua boleh tergantung toleransi kulit masing-masing. Gue punya formula yang cocok dan tidak cocok di kulit. Begitupun juga kalian. Kita nggak bisa copas skincare regime orang lain dan berharap hasil instan yang sama persis. Meskipun kulit kita satu jenis sekalipun.



Bintang's Favorite Actives Layering

✅ AHA BHA PHA + Niacinamide

✅ Niacinamide + Vitamin C

✅ AHA BHA PHA + Niacinamide + Retinol



Bintang's Must Avoid Actives Layering

❌ AHA BHA PHA + Vitamin C

❌ Vitamin C + Retinol



***

Thank you for dropping by! See you on Day 6!


- Bintang Mahayana ©️ 2021-

[BPN 30 Day Ramadan "Blog Challenge" 2021] -  DAY 5 "TOP 7 fakta tentang kamu"



No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.