[REVIEW] AXIS-Y Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack untuk Bekas Kemerahan dan Gatal pada Kulit Dehidrasi

Friday, June 24, 2022
Holla!
Di postingan kali ini gue mau review salah satu wash off mask terviral yang pernah ada. Apalagi kalau bukan AXISーY Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack! Kalian pasti udah sering banget liat produk ini seliweran di mana-mana.




Nah, daripada FOMO dan langsung beli tanpa kenal produknya seperti apa, mending yuk sama-sama kita baca review pengalaman gue selama pemakaian. Supaya kalian ada referensi, kira-kira masker ini sesuai dengan kebutuhan kulit kalian saat ini, nggak? Apakah produk ini viral hanya sekadar viral atau memang worth it?

Keep on reading to find out! :)




ABOUT THE BRAND

AXISーY merupakan Korean Skincare Brand yang saat ini sudah masuk secara resmi ke Indonesia melalui AXISーY Official Indonesia. Produk-produknya juga telah terdaftar di BPOM sehingga aman untuk digunakan karena sudah tersertifikasi.

Namun, pastikan teman-teman hanya membeli produk yang asli, yaa. Jangan karena tergiur harga murah nggak taunya palsu. Soalnya, di berbagai e-commerce banyak banget, loh yang menjual produk AXISーY yang palsu. Nggak mau kan, kulit kita jadi kenapa-kenapa? Nanti di review ini gue sertakan juga yaa informasi tentang link pembelian Genuine Product AXISーY di Indonesia.




BINTANG'S SKIN PROFILE

My Skin Type            : Normal to Dry
My Skin Tone            : Light to Fair
My Skin Undertone  : Neutral 
My Skin Concern      : Acne-prone, Redness (PIE), Hyperpigmentation (PIH), Whiteheads.




PRODUCT DETAILS


AXIS-Y-mugwort-pore-clarifying-wash-off-pack-review


Product Name:
Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack

Brand Name:
AXIS-Y 

Country of Origin:
South Korea

Product Size:
100mL/ 3.38fl.oz

Product Type:
Wash-off Clay Mask

BPOM No:
NA26210200235

Batch No:
AH003

Expiry Date:
2024/02/29 (yyyy/mm/dd)

PAO:
12M (1 year)*
*Info dari Shopee Axis–Y

Price:
IDR225,000 (Beautyhaul)
IDR257,000 (Official Store)

Where to Buy:







INGREDIENTS

Artemisia Princeps Extract, Kaolin, Dipropylene Glycol, Bentonite, Betaine, Phasolus Angularis Seed Powder, Laminaria Japonica Extract, Eclipta Prostrata Leaf Extract, Avena Sativa (Oat) Kernel Extract, Pteris Multifida Extract, Glycyrrhiza Uralensis (Licorice) Root Extract, Cynara Scolymus (Artichoke) L. Houttuynia Cordata Extract, Cryptomeria Japonica Leaf Extract, Nelumbo Nucifera Leaf Extract, Hydrogenated Lecithin, Sodium Hyaluronate, 1,2-Hexanediol, Methylpropanediol, Xanthan Gum, Glycerin, Chromium Oxide Greens, Charcoal Powder, Water, Beta-Glucan, Polyuaternium-51, Fructooligosaccharides, Allantoin, Hydrolyzed Hyaluronic Acid, Butylene Glycol, Camellia Sinensis Leaf Extract, Saccharomyces Ferment Filtrate, Hydroxyacetophenone, Ethylexylglycerin, Rosmarinus Officinalis (Rosemary) Leaf Oil.


__    Antioxidant

__    Colorant (Green)

__    Emollient 

__    Essential Oil

__    Exfoliant (Physical)

__    Humectant

__    Microbiome

__    Natural Clay

__    Preservatives

__    Stabilizer/ pH Adjuster





CLAIMS

AXISーY Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack memiliki kandungan unik yang berisi enam bahan alami premium seperti kacang merah, ekstrak rumput laut, ekstrak artichoke, ekstrak biji vigna radiata, ekstrak houttuynia cordata,  dan ekstrak daun nelumbo untuk menenangkan dan menenangkan kulit. Bahan inti 61% ekstrak mugwort mampu membersihkan dan melindungi kulit dari stresor lingkungan.





PACKAGING

OUTER PACKAGING

AXISーY Mugwort Pore Clarifying Wash Off Pack dikemas dalam kardus berwarna light cream dengan permukaan waterproof matte laminated. Sewaktu datang, entah kenapa kemasan kardusnya ini terasa premium. Wangi kardusnya itu, loh dan kualitas printing-nya juga menurut gue bagus banget! Oh ya, karena gue beli di Official Seller Indonesia, otomatis untuk penjelasan di kemasannya sendiri tersedia dalam 3 bahasa. Bahasa Korea, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia. Namun, untuk Bahasa Indonesia memang berupa sticker tambahan berarna putih.



Jika produk kalian asli dan membeli Batch Produksi baru, maka akan terdapat sealing sticker atau segel di bagian pembuka kardusnya. Di situ tertulis "Genuine Product" dan ada QR Code. Selain itu, ada pula hologram bar di mana kita diminta untuk menyalakan flash dalam mode video untuk melihat apakah hologram bar ersebut menyala atau tidak. Jika ya, maka produk yang kita beli 100% Original. 



Pada kemasan terdapat info nama brand, logo brand, nama produk, berat bersih produk, klaim, cara penggunaan, ingredients list, peringatan, info tentang brand website, info tentang produsen, importir, dan distributor, No BPOM, expiry date dan production batch (bagian bawah kardus), serta logo "Climate Inspired Skincare Solutions" khas brand AXISーY. Sayangnya, tidak ada logo PAO yang tertera. Jadi, gue harus ke akun Shopee Official untuk lihat "Masa Penyimpanan" produk ini, yang ternyata cukup lama, yaitu 1 tahun (12 bulan).





INNER PACKAGING

Masker ini hadir dalam kemasan jar packaging berbahan dasar plastik dengan tutup berwarna putih dan jar body berwarna hijau. Kemasannya cukup simpel secara desain. Tulisannya berwarna putih dan mudah terbaca dan terkesan klasik. Saat dibuka, terdapat pemisah PVC berwarna putih sehingga saat dibuka produk tidak langsung terpapar udara. Di atas pemisah juga terdapat spatula untuk mengambil produk.





Sayangnya, kualitas pemisahnya kurang baik. Bahannya agak letoy jadi terkadang kalau mau nutup jar terus nggak pas naruhnya, bisa slipped dan bikin produknya mencuat ke pinggiran jar. Di pemisahnya juga tidak dibuat molding untuk menaruh spatulanya. Meskipun untungnya panjang spatulanya hampir sesuai dengan diameter pemisah. Jadi, nggak terlalu lari-lari.


Sebenarnya, untuk produk dengan harga di atas 200k, kualitas bahan packaging-nya bisa lebih dari ini. Opsi lain, bisa juga dibuat tube packaging seperti versi travel size-nya, tetapi untuk yang ukuran 100ml. Soalnya jujur, kadang rada sebel aja liat tutupnya suka kotor. Sengaja pas foto produk saat tutupnya belum dibersihin. Buat kalian yang extra banget sama hygiene, pasti bakal geregetan, sih liat skincare muddy kayak gitu.




FRAGRANCE

Wangi produk ini khas mugwort. Seperti herbal agak mirip balsam sedikit. Kalau diendus memang agak sedikit strong. Namun, sewaktu diaplikasikan menurut gue wanginya nggak ganggu, kok. Oh, ya ini juga salah satu indikator keaslian produk. Gue pernah baca review yang dapet produk palsu dari olshop. Katanya yang palsu tuh wanginya kayak bau cat air gitu dan agak nyengat. Jadi, pastikan masker kalian wanginya seperti deskripsi yang pertama, yaa!




TEXTURE

Teksturnya seperti clay mask pada umumnya yang mirip bubur. Nggak terlalu kental, tetapi nggak terlalu encer juga. Di dalamnya ada titik-titik hitam dari Charcoal Powder dan juga scrub dari Adzuki Bean atau kacang merah. Jujur gue agak kaget karena ternyata teksturnya nggak seperti yang gue kira pada awalnya.

Produk ini, kan clay mask yang memang sudah pasti mengandung Kaolin. Tetapi nggak terasa ada butiran "pasir" seperti clay mask berbahan dasar Kaolin pada umumnya yang akan terasa ketika dibilas. Tetapi ini nggak terlalu masalah.



Apalagi yang bikin gue lega adalah si Adzuki Bean-nya ternyata nggak sepadat yang gue kira. Dia bentuknya hampir seperti kulit kacangnya saja. Agak kayak "sponge" ketika ditekan dan kalau kalian gosok-gosok dia mudah terurai. Walaupun masih dalam bentuk yang sama hanya lebih kecil. Tapi sabar aja, yaa soalnya beans-nya rada gengges karena suka jatoh-jatoh juga. Pokoknya jangan make masker ini selain di kamar mandi kalau nggak mau lantai kalian berantakan :')





SKIN ANALYZER TEST

Pengukuran ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan tingkat kelembaban kulit sebelum dan sesudah menggunakan produk. Termasuk mengukur kadar minyak (oil), kelembaban berdasarkan kadar air (moist), dan tekstur kulit berdasarkan tingkat kehalusan (soft). Semua indikator diukur dengan presentase rata-rata (%).

Dari hasil pengukuran di bawah, hasilnya cukup baik karena setelah masker dibilas kulit tetap lembab dan tentunya permukaannya akan terasa lebih halus. Sehingga, masker ini juga aman untuk digunakan bahkan untuk kulit normal to dry sekalipun.





MY EXPERIENCE

Saat review ini ditulis, durasi pemakaian masker ini tepat menginjak minggu ke-2. Artinya, gue sudah menggunakannya sebanyak 4x, karena memang frekuensi pemakaian yang disarankan oleh brand adalah 2x seminggu saja. Sejujurnya, gue sudah mulai merasakan manfaatnya sejak selesai pemakaian yang ke-2. Makanya, di sini gue akan bagi menjadi 2 review timeline sebagai berikut:


1 WEEK — After 2x Usage

Dalam minggu pertama pemakaian, sewaktu baru pakai produk ini 1x, efek pertama yang gue rasakan adalah rasa gatal di area pipi bawah dan jaw lines mulai reda. Skin barrier gue memang sempat terganggu gara-gara nyobain cleanser baru yang ternyata nggak cocok huhuhu...Yasudahlah, yaa risiko jadi Blogger yang suka review skincare kadang kan ada nggak cocoknya juga sama suatu produk. Cuma kalau nggak cocoknya beli sendiri, yaa rada sebel, sih hahaha (lah, curcol?).

Pemakaian pertama gue pakai di hari Rabu, selanjutnya gue baru maskeran lagi di hari Sabtu. Nah, di hari Sabtu sebelum maskeran sore-sore, nih yang gue notice, banyak banget whiteheads mendem di area hidung yang pada muncul ke permukaan. Ini indikator gue pribadi yang menandakan bahwa exfoliator gue mampu mengeluarkan sebum berlebih. Setelah gue double cleansing, gue coba buat ekstrak manual dulu pakai alat ekstrak komedo. Supaya sumbatannya terbuka.

Jadi, nanti sewaktu maskeran nutrisi dari skincare bisa meresap ke kulit dan bekas komedo tadi jadi nggak ada penumpukan sebum lagi. Tetapi, kalau kalian nggak terbiasa ekstrak sendiri karena takut misalnya, gue nggak sarankan untuk ikutin cara ini, yaa. Kalian bisa manual scubbing dibantu jari tangan saja saat mencuci wajah saat membilas masker. 

Nah, akhirnya setelah gue maskeran yang ke-2 kalinya, area hidung yang tadinya kasar gara-gara whiteheads jadi lebih halus. Jerawat kecil di dagu yang nggak mateng-mateng juga akhirnya bisa mateng dan besoknya langsung mengeras sampai tiba-tiba copot sendiri karena isinya yang berwarna kekuningan, sudah mengkristal.



2 WEEKS — After 4x Usage

Perlu gue kasih diclaimer dulu, kalau produk ini tidak akan memberikan efek yang signifikan kecuali jika memang masalah kulit yang kalian hadapi berkaitan dengan kemerahan, iritasi (rasa gatal), atau jerawat. Gue sendiri merasa memang terkadang kalau kulit lagi rewel-rewelnya mau pakai apapun juga memang akan sama saja. Harus ditunggu sampai kulit bisa balik normal dengan sendirinya. Tetapi, bukan berarti tidak perlu dirawat dengan produk skincare sama sekali.


Setelah 2 minggu atau 4 kali pemakaian, gue merasa kulit lebih jarang timbul merah-merah nggak jelas. Memang di area hidung sempat mengelupas. Gue kira apa gara-gara masker ini? Tetapi, gue cukup tenang karena mengelupasnya hanya mengelupas halus bukan kasar. Artinya memang saatnya berganti kulit mati dengan yang baru. Dalam kurun waktu sebulan, kulit gue memang akan ada masanya mengalami pengelupasan seperti itu dan biasanya hanya terjadi dalam 1-2 hari saja. Gue lega karena pengelupasannya halus dan sebentar. Area kulit di sekitarnya juga tetap halus dan tidak timbul kemerahan.


Untuk whiteheads bakal tetap ada erus sih, kayaknya. Tetapi yang penting sewaktu diraba area hidung tidak terasa kasar. Sewaktu menggunakan make up juga tidak timbul tekstur di area hidung yang mengganggu tampilan complexion. Jadi, gue simpulkan untuk whiteheads dapat dikurangi dengan menggunakan produk ini sehingga sebum di kulit kita berada pada level normal saja. Tidak berlebih hingga menggangu tampilan kulit.




FINAL VERDICT

PROs (+)

+ Tekstur adzuki bean tidak sakit di kulit. Sangat lembut ketika mengeksfoliasi.


+ Setelah didiamkan selama 10 menit, finish clay mask tidak kering yang membuat kulit terasa ketarik.


+ Efektif dalam meredakan kemerahan, mempercepat penyembuhan inflamasi, dan meredakan rasa gatal pada kulit akibat dehidrasi.


+ Mampu melembabkan kulit setelah dibilas.




CONS (–)

- Saat diaplikasikan, adzuki bean beberapa terkadang terjatuh. Jadi agak berantakan.


- Kemasan jar membuat produk agak rawan terkontaminasi. Namun, bisa diakali dengan mengambil produk dan ditaruh di tutupnya. Sehingga selama pengaplikasian, jar bisa ditutup menggunakan plastik pemisah.


- Pemisah jar terlalu letoy. Terkadang saat menutup rawan sekali slipped. Sehingga terkadang masker mencuat di area mulut jar dan membuat kemasan terlihat kotor.


- Tidak terdapat logo PAO pada kemasan baik outer packaging maupun inner packaging.



RATINGS

Packaging ★★☆

Texture ★★★★

Scent ★★★★

Price ★★

Effectiveness ★★


Overall Rate: 4.0/ 5.0





RECOMMENDATION

Produk ini gue rekomendasikan bagi ibu hamil dan ibu menyusui yang sedang mencari alternatif eksfoliator pengganti chemical exfoliator. Gue nggak terlalu menyarankan bagi kalian yang kulitnya baik-baik saja tanpa kemerahan atau jerawat maupun rasa gatal dan berharap hasil yang signifikan dari produk ini karena bukan itu yang produk ini lakukan. Buat kalian dengan jenis kulit apapun yang punya masalah khas kulit acne-prone boleh banget coba masker ini karena kandungan Mugwort di dalamnya pun cukup tinggi, 61%. Di kulit gue sendiri dia cukup efektif tanpa menyebabkan iritasi. Buat kalian yang males skincare-an dan pengen eksfo cukup 2x seminggu saja, produk ini pun bisa dijadikan opsi untuk masuk dalam skincare routine kalian.




Bintang Mahayana Ⓒ2022

Disclaimer On

disclaimer-blog-self-sponsored




No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.