Ini 9 Alasan dan Tips Cewek Harus Coba Traveling Sendiri!

January 29, 2020
Holla!
Strolling around Haji Lane Street
Di postingan kali ini gue mau berbagi pengalaman personal gue sebagai cewek yang pernah traveling sendiri. Awalnya kepikiran bikin postingan ini karena pada tanggal 25 Januari 2020, gue merayakan "3 Years Since My Solo Traveling Abroad to Singapore" di tahun 2017. Sebenarnya ini nggak terbatas untuk cewek aja, sih. Tapi, karena gue menulis ini dari sudut pandang personal gue sendiri, makanya gue buat judul seperti di atas. Nah, mungkin ada di antara kalian yang pengen banget coba traveling sendiri tapi masih ragu? 
Keep on reading!

Gambar mungkin berisi: 1 orang
Gambar mungkin berisi: 1 orang

1. Merasa lebih mandiri dan percaya diri
Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum
Singapore Arab Street
Kalau kalian baca judul artikel ini aja, gue jamin setidaknya kalian ngebatin "wow berani banget traveling sendiri". Di kehidupan sehari-hari, teman-teman gue banyak yang mengira bahwa gue adalah sosok cewek mandiri yang pemberani. Padahal, sejujurnya gue adalah seorang yang penakut. Di balik sosok yang kayaknya selalu siap menghadapi dunia, sebagai seorang ENTJ, gue nggak pernah mau menunjukkan sisi vulnerable gue ke semua orang. Mungkin, kalian bertanya:

"Apa, sih, yang membuat lo percaya diri bahwa lo akan baik-baik aja meskipun traveling sendiri?"
Hmm...I just did it cause I wanted to. Pokoknya pengen aja gitu mencoba sesuatu yang baru. Karena gue memang suka traveling, gue pikir kenapa enggak mencoba menantang diri gue sendiri untuk bisa menentukan destinasi selanjutnya, sendiri. Later on, gue sempat berfikir, mungkin dengan sifat gue yang sangat sistematis dan teratur akan segala hal, nggak bisa sembarang orang jadi partner traveling gue. Jadi, gue rasa gue akan bisa mengotak-atik itinerary perjalanan gue dengan sebebas-bebasnya. Kalau kalian pernah baca atau nonton filmnya Kak Trinity yang The Naked Traveler, nah gue merasa gue punya karakter yang mirip banget sama beliau. Gue anaknya sangat destination-oriented. Gue ingin menjelajahi banyak tempat karena itu yang membuat gue bahagia dalam perjalanan. Well, setiap orang bebas kan, mau menentukan perjalanan yang seperti apa. Ada yang bepergian untuk kuliner, belanja, nginep di hotel yang paling nyaman, dan lain sebagainya. Termasuk, memanfaatkan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat sebanyak-banyaknya. Pokoknya gue percaya diri aja. Yang penting semua dokumen perjalanan gue ada di tangan, uang juga cukup sesuai dengan list budget yang sudah gue susun dari setidaknya sebulan sebelumnya. Iya, cuma ke Singapore aja gue persiapannya bisa sebulan.

"Memangnya nggak bosen ya, perjalanan sendiri nggak ada teman buat diajak ngobrol?" 
Mungkin, kalian lihatnya solo traveling itu traveling sendirian. Padahal, sepanjang perjalanan, sejujurnya kita itu tidak pernah sendiri. Itu semua tergantung dari bagaimana cara kita bersikap dan memanfaatkan situasi. Apalagi kalau kita traveling ke destinasi wisata yang masyarakat lokalnya sangat ramah dengan para turis. Mereka nggak akan segan menawarkan bantuan atau memberi rekomendasi untuk perjalanan kita. Misal, waktu gue nonton street festival di daerah Singapore Chinatown, di mana saat itu memang sedang bertepatan dengan perayaan imlek, ada seorang pria lokal paruh baya yang menyapa gue dengan ramah. Bahkan bertanya tentang kesan gue "How's Singapore?" dan "Have you got something to eat?" kemudian menyarankan tempat makan yang halal. Apalagi beliau tau gue berhijab, dia tau aja gitu dengan sendirinya bahwa gue ga bisa makan pork. Jadi gue ditunjukkan tempat-tempat makan yang tidak mengandung pork. Baik banget, yaa.


2. Memiliki pengendalian emosi yang lebih baik
Pengendalian emosi itu penting banget menurut gue. Emosi di sini mencakup semua, ya. Nggak hanya perasaan marah. Tetapi juga termasuk perasaan khawatir, takut, sedih, bahkan senang sekalipun. Selama perjalanan, kita sepenuhnya bertanggung jawab atas diri kita sendiri. Gimana caranya kita keluar dari situasi panik dan tidak gegabah melakukan hal-hal yang tidak diinginkan kalau kondisi yang tidak mengenakan harus terjadi.

Misal, gimana kalau tiba-tiba nyasar? Jangan panik. Semua pasti ada jalan keluar nya. Selama kita bisa mengendalikan diri untuk tetap berpikir jernih. Kalau persiapan kita sebelum perjalanan sudah matang, seharusnya kita sudah punya alternatif solusi untuk setiap worst case scenario yang mungkin terjadi selama perjalanan. Terus apa yang harus dilakukan?
Sebelum perjalanan
  • Perbanyak baca blog seputar traveling yang bisa memberi kalian gambaran tentang apa yang mungkin terjadi di daerah tujuan wisata kalian.
  • Perbanyak bertanya kepada keluarga atau teman yang sudah lebih dulu mengunjungi tujuan wisata kalian.
  • Catat berbagai nomor penting, seperti kantor polisi, ambulans, hotel, dsb. Kirim via e-mail ke alamat e-mail kalian sendiri.
  • Scan Paspor dan dokumen penting lainnya dan kirim ke alamat e-mail kalian sendiri.
  • Pelajari kosakata-kosakata penting yang akan membantu kalian seperti "Tolong", "Kantor Polisi", "Pintu Keluar", "Stasiun", dsb. Terutama jika kalian bepergian di negara yang bahasa utama nya bukan Bahasa Inggris.
Saat di perjalanan
  • Jangan panik, segera cari pertolongan terdekat yang paling memungkinkan, misal pos polisi. Jika kondisinya kalian kehilangan sesuatu.
  • Coba ingat setiap landmark yang sudah kalian lewati. Bisa gedung, persimpangan jalan, rambu-rambu lalu lintas, nama jalan atau apapun yang menjadi penanda keberadaan kalian. Jika kondisinya kalian tersasar.
  • Jangan malu untuk bertanya. Klasik tapi ungkapan "malu bertanya sesat di jalan" ini bisa jadi masih sangat relevan. Apalagi kalau koneksi internet kalian bermasalah dan tidak bisa pakai Google Maps.
Okay, terus kalau perasaan senang apa yang harus dikendalikan?
Biasanya, nih, para cewek itu kalau mood nya lagi baik, segala sesuatu bakal terlihat lucu, menggemaskan dan menyenangkan. Sehingga, seringkali melakukan impulsive buying  atau belanja sesuatu yang nggak penting-penting amat. Memang, hal kayak gini akan lebih mudah dikendalikan kalau kalian traveling dengan bajet yang terbatas, sih hehehe...
TIPS :
  • Lakukan budgetting secara menyeluruh sebelum memulai perjalanan dan komitmen terhadap alokasi dana yang kita tentukan.
  • Ambil foto sebanyak-banyaknya untuk kenag-kenagan perjalanan. Cara ini bisa jadi ampuh menghalau rasa ingin membeli sesuatu yang tidak penting-penting amat tadi. 

3. Mengasah mental untuk menghadapi tantangan tak terduga 
Selama dalam perjalanan, kita selalu dituntut untuk menghadapi tantangan tak terduga yang bisa datang kapanpun. Walaupun gue merasa sudah mempersiapkan matang-matang seluruh elemen perjalanan. Pasti selalu saja ada satu dua hal yang tidak disangka-sangka terjadi. Terutama tantangan yang tak dapat dihindari, misalnya perubahan cuaca yang tiba-tiba ekstrem. Bisa juga tiba-tiba tidak sengaja harus bertemu orang-orang yang menyebalkan sepanjang perjalanan. Itu semua menguji mental kita selama perjalanan. Dalam keadaan jauh dari rumah dan sendirian, biasanya kita akan merasa lebih sensitif terhadap apapun yang terjadi dengan diri kita.



4. Menjadi pribadi yang lebih terbuka
Gambar mungkin berisi: 1 orang, tersenyum
Henderson Wave Bridge
Waktu duduk di sini sempat juga diajak ngobrol turis yang lain terus suruh motoin dia sama keluarganya. Katanya hasil jepretan gue kayak fotografer pro hahaha. Dia bilang "I know nothing about photography. I only have the camera. You're so good at taking pictures! Thank you!"
Saat kita sendiri, terkadang ada saja orang asing yang mengajak kita ngobrol. Walaupun misalnya kita dalam keadaan lelah dan malas untuk ngobrol. Tetapi, kita nggak pernah tau, atas alasan apa kita dipertemukan dengan orang-orang yang secara random kita temui di suatu tempat. Gue sebelumnya tergolong orang yang malas menyapa orang asing. Tetapi, sejak mulai sering traveling sendiri, ternyata seru ya. Bisa bicara sama banyak orang yang bahkan kita nggak tahu namanya. Mereka bisa cerita soal apapun. Nggak sedikit juga cerita dari pengalaman hidup mereka yang bisa membuka wawasan dan mengubah hidup kita.

TIPS:
Terbuka dengan orang asing sah-sah saja. Tetapi tetap selalu jaga konsentrasi dan barang-barang berharga kalian. Gue biasanya juga tidak banyak melakukan kontak mata unuk menghindari kemungkinan adanya praktek hipnosasi. Well, we never know.



5. Tidak mudah diremehkan oleh orang lain
Stigma di masyarakat masih sering terjadi. Terutama bagi kaum perempuan. Di mana dianggap sesuatu yang berbahaya dan bahkan beberapa menganggapnya tidak pantas hanya karena kita bepergian seorang diri. Padahal, traveling sendirian itu bisa jadi bukti bahwa kita sebagai cewek itu bisa hidup mandiri, berani, dan bisa menyelesaikan tantangan apapun yang kita hadapi. Tidak semua orang berani traveling sendirian. Apapun gendernya. Terkadang orang terlalu banyak berfikir. Sehingga, hal yang seharusnya bisa mereka wujudkan sejak lama, tidak kunjung terwujud. Padahal, traveling aja dulu. Entah nantinya bakal suka traveling sendiri atau nggak, setidaknya sudah pernah mencoba. Kalau kita sebagai cewek, berani mengambil keputusan sulit bahkan menakutkan bagi diri kita sendiri, nggak ada alasan bagi orang lain untuk meremehkan kita. Kita bisa menjaga diri kita sendiri.


6. Lebih bijak dalam mengatur finansial
Keterangan foto tidak tersedia.
Shops at Haji Lane St.
Source: Personal Documentation
Ada pepatah yang mengatakan bahwa "orang yang tidak merasa bahagia, cenderung lebih banyak menghabiskan uang." Dalam hal ini, banyak melakukan impulsive buying. Beli benda-benda yang sebetulnya kita nggak perlu-perlu banget. Hal ini bisa sirna ketika kita traveling sendiri. Alasannya, kita menjadi satu-satunya tumpuan untuk bertahan hidup selama perjalanan. Nggak ada, tuh, teman yang bisa kita pinjami uang kalau kurang. Walaupun dengan kemajuan teknologi masa kini, nyaris semua hal bisa dilakukan secara online. Tapi, malu dong udah keren-keren traveling sendiri ehhh keabisan duit di tengah jalan gara-gara beli hal-hal yang ga penting. Mungkin saat pulang nanti bakal jadi sampah aja di rumah. Ambil foto saja kadang sudah cukup, kok. Nggak perlu semuanya dibeli.

Jauh sebelum perjalanan dimulai pun, kita dituntut untuk cermat dalam mengatur bajet perjalanan. Dulu gue sampai belajar Excel lagi demi bisa buat Traveling Budgetting Plan yang baik karena memang sehari-hari udah jarang pakai Ms Excel lagi hehe. Adanya hasrat untuk traveling juga bisa menjadi motivasi kita untuk menekan pengeluaran yang bisa menghambat rencana traveling kita. Sehingga, kita akan lebih teliti dan cermat dalam memilah mana kebutuhan dan keinginan.

TIPS :
Seluruh major expense  seperti tiket pesawat PP, hotel, tiket wisata semuanya sudah gue lakukan secara online sebelum keberangkatan. Jadi, transaksi di sana nanti hanya tinggal via cash seperti untuk makan, transportasi, maupun beli oleh-oleh. Bahkan, beberapa negara seperti Jepang misalnya, menyediakan layanan online booking untuk transportasi seperti JR Tourist Pass. Singapore sendiri juga ada. Walaupun yang gue lakukan hanya menggunakan EZ Link yang dibeli di loket Changi Airport dan isinya bisa ditop-up seperti sistem e-money pada umumnya.


7. Menjalani gaya hidup sehat
Keterangan foto tidak tersedia.Keterangan foto tidak tersedia.
Keterangan foto tidak tersedia.
MacRitchie Nature Trail
Mau traveling jauh, sendiri lagi. Pasti harus sering olahraga dong biar badan kita fit selama dalam perjalanan. Bisa dibayangkan kalau tiba-tiba kita sakit, bukan hanya bisa merusak ittinerary perjalanan saja. Tetapi, juga bisa membuat mood kita berantakan. Sayang banget, kan kalau perjalanan yang sudah kita susun dari jauh hari malah berantakan gara-gara sakit. Apalagi sewaktu di Singapore gue sempat nyoba Nature Trail di MacRitchie Nature Trail and Tree Top Walk. Totalnya hampir 30km!

TIPS :
Nggak perlu olahraga yang berat. Cukup perbanyak jalan kaki dan konsumsi makanan dan minuman dengan gizi yang seimbang. Perbaikki pola tidur dan istirahat kita dengan kurangi begadang yang tidak perlu. Untuk kesehatan mental sendiri, bisa atur rencana perjalanan dalam 1-6 bulan. Supaya tidak banyak kehilangan euforia nya saat kita akhirnya benar-benar merealisasikan perjalanan tersebut.



8. Memiliki pengetahuan yang lebih luas
Gambar mungkin berisi: 1 orang
At Gardens By The Bay Flower Dome
Tentu saja. Semakin sering kita bepergian, pengetahuan kita juga akan ikut berkembang. Ada banyak sekali hal yang bisa dipelajari dalam perjalanan. Mungkin tidak semuanya kita bisa langsung sadari. Ada juga yang baru kita sadari setelah mengakhiri perjalanan. Hal-hal eksplisit biasanya akan mudah kita pahami, seperti contohnya makanan. Kita jadi tahu berbagai jenis makanan dan authentic taste nya karena kita sudah mengunjungi tempat dari makanan itu berasal. Kalau kita orangnya suka memperhatikan lingkungan sekitar dan nggak cuek, kita juga bisa memahami pola hidup masyarakat setempat seperti apa. Apakah benar yang kita dengar selama ini itu hanya mitos atau memang benar adanya? Bahasa juga bisa jadi salah satu elemen penambah pengetahuan baru. Setidaknya, kosakata-kosakata penting yang sempat kita pelajari untuk mendukung pengalaman perjalanan kita.

Contoh lain misalnya, dulu gue penasaran dengan arsitektur Singapore Garden By The Bay. Setelah berkunjung ke sana, otomatis banyak hal yang bisa gue ceritakan karena sudah merasakan bagaimana melihat objek tersebut dari dekat baik eksterior maupun interior GBTB Flower Dome nya. Ada satu pepatah unknown yang mengatakan:
This world is a book and those who do not travel read only one page.

9. Bersyukur
Keterangan foto tidak tersedia.
Singapore China Town
Last but not least. Tentu saja bersyikur. Bersyukur karena diberikan rezeki lebih untuk traveling adalah anugerah yang patut disyukuri. Bersyukur karena masih diberikan tubuh yang sehat untuk bisa menjelajahi bagian bumi yang lain pun juga harus. Percaya, deh sekali kita traveling sendiri, yang ada di pikiran selanjutnya hanya "ayo nabung, supaya bisa traveling lagi!"


***

See you on my next blog post!

No comments:

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.