Things You Didn't Know About Japanese Ramen

Ohisashiburi desu!
Maaf baru post lagi gaes. Jadi bulan lalu gue sempet bikin poll di story tentang
  Japanese Cuisine. Gue mau cerita tentang cerita dibalik masakan Jepang 
antara Chicken Katsu dan Japanese Ramen. Bener aja, yang menang vote Ramen hehe.
 Penasaran? Keep on reading!

The Untold Story of Ramen by George Solt
Source: https://firstwefeast.com/

1. Japanese Ramen bukan makanan Asli Jepang
Ramen sendiri sebenarnya adalah masakan yang berasal dari Cina. Diadopsi oleh orang Jepang dan dijadikan Ramen versi Jepang. Sejarah mencatat, resep Ramen pertama kali ditemukan sekitar abad ke-17 Masehi. Penulis buku "The Untold Story of Ramen", History Professor New York University (NYU), Prof. George Solt ketika ditanya "How did ramen become the national food of Japan?", mengatakan: 
Ramen isn't originally from Japan at all. It's from China, and how it made
 the jump is still up for debate
Secara epitimologi, dalam Bahasa Cina dikenal dengan nama la mian (拉麺), artinya "handmade noodles" atau yang secara literal berarti "ancient noodles". Sedangkan dalam Bahasa Jepang, kata men (メン) dalam kata Ramen (ラーメン) artinya adalah "noodle". Nama lain bagi Ramen adalah shina soba (支那そば) atau chūka soba (中華そば).

2. Makan Japanese Ramen Tanpa Bersuara Dianggap Tidak Sopan
Ini pernah gue jelasin sih di  postingan gue sebelumnya bahwa mengeluarkan suara "Sluurp" saat makan Japanese Ramen itu bentuk penghargaan buat yang masak Ramen. Bagi mereka, kalau seseorang makan sampai bersuara (terutama ramen) berarti yang makan itu menikmati banget makanan yang dia makan. Artinya, makanan itu enak. Selain itu, slurping di sini juga bertujuan mendinginkan ramen sebelum kita telan.
Hungry Man at Japanese Ramen Shop
Source: gettyimages.com
3. Seluruh Japanese Ramen adalah Tidak Halal
Non Halal
Source: www.islam4infidels.com

Kalau teman-teman ke Jepang, dan kebetulan kalian Muslim, jangan iseng coba-coba makan ramen ya. Jangan "Ah, mumpung di Jepang". Semua tenant ramen di Jepang itu kaldu nya menggunakan pork. Sehingga, nggak mungkin mereka menyediakan ramen halal di tenant umum. Kecuali di restaurant khusus Halal Food. Tapi, so far gue belom pernah nemu ramen yang Halal selain Soumen, yaitu ramen dingin yang di mie nya dikasih es batu. Terus makannya itu dicelupin ke shoyu yang dikasih irisan daun bawang, daikon, dan wasabi. Biasanya banyak ditemui saat Summer (musim panas).


4. Anda bisa Mendapatkan Hadiah Jika Sanggup Menghabiskan Ramen Jumbo


Kalau kalian berkunjung ke Ramen Shop, terutama di Tokyo, sering banget ada Jumbo Ramen Challenge. Ada level nya. Biasanya kisaran 3-5 kg. Dengan waktu tertentu, kalau kalian sanggup ngabisin bakal dikasih reward sama yang punya tenant. Entah biasanya setau gue bisa berupa cashback atau vouchers gt.

Sering banget kan, buat kalian yang suka J-Dorama suka nemuin scene mereka makan ramen. Terus buat yang berhasil gitu sampe dibunyiin lonceng dan seisi Ramen Shop tepuk tangan tanda ucapan selamat buat si challenge-fulfilled person.



5. Miso Ramen adalah Jenis Ramen Tertua di Jepang
Crispy Pork Miso
Source: www.seriouseats.com
Pertama kali diciptakan sekitar pertengahan tahun 1960 an di daerah Northern-Hokkaido. Sebagai daerah paling dingin di Jepang, tentunya makanan hangat ini jadi favorit dong. Biasanya untuk topping selalu ditambah sweet corn, stir fried pork belly, dan bean sprouts.






Nissin Cup Noodles
Source: ebay.com
6. Nissin adalah Pioneer yang Menciptakan Ramen Cup/ Cup Noodles (Kappu Nudoru)
Pada tahun 1971, Nissin membuat gebrakan yang akhirnya banyak diadaptasi di berbagai belahan dunia: Cup Noodles. Tujuannya simple, efisiensi. Bahkan, di beberapa jidouhambaiki (vending machine) di Jepang, banyak yang udah nyediain Cup Noodles. Bukan mentahan, tapi keluar dengan kondisi benar-benar siap saji. Gue kan jadi bayangin kek di dalem mesin ada orang yang nyeduhin macem kita buat pop mie yak wkwkwk. Serius, gue pernah nyoba beli pas acara Fuji Summer Camp hanya supaya gue tau beneran itu dimasak di dalem? Abis itu gue kasih temen gue solanya ga Halal.


7. Museum Ramen Yokohama Pertama di Dunia
Shin-Yokohama Ramen Museum
Source: travelcaffeine.com
Shin-Yokohama Ramen Museum merupakan food-themed amusement park pertama di dunia. Di museum itu kita bisa belajar mulai dari sejarah ramen, proses pembuatannya, sampai bisa makan ramen juga pastinya. Di museum ini terdapat 9 eateries dan ramen-related shops yang bisa dinikmati turis lokal maupun mancanegara.

8. Sebanyak 80% Ramen Restaurants di Jepang adalah Small Business
Berikut gue kutip dari artikel "The Messy History of Ramen" :
an astonishing eighty percent of ramen shops in Japan are small businesses. That’s partly due to a rich tradition of owners allowing employees to start their own restaurants, complete with recipes and business advice, after just a year or two in a “branch shop” system known as noren wake.
Sebenarnya, nggak jarang ramen shop itu sendiri juga merupakan usaha turun-temurun keluarga.  Dikenal dari masa ke masa. Dulu jaman kecil sama orang tuanya suka makan di situ. Ketika beranjak dewasa hingga berkeluarga, giliran dia yang mengajak keluarganya makan di ramen shop itu. Sehingga, keberadaan ramen shop di Jepang itu bisa se-intimate itu di hati masyarakat dan lingkungannya.

9. 19 Official Regional Ramen Styles
Saat ini terdapat 19 jenis ramen daerah yang diakui oleh Japan's Ramen Museum termasuk: Sapporo, Tokyo (Ogikubo), Kyoto dan Sano di mana masing-masing memiliki citarasa dan bahan-bahan unik autentik dan teknik pembuatan nya masing-masing.

Nah. kira-kira begitulah gengs. Berapa yang baru kalian tahu setelah baca postingan ini? Sebenarnya banyak pasti ya hidden stories behind Japanese Ramen. Bisa bantu share di kolom komentar :)

No comments:

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.