Nggak Lagi Cek Skincare Ingredients di Skincarisma, Ini Alasannya! | Bintang Mahayana

Saturday, March 06, 2021
Holla!
Di postingan kali ini, gue akan share personal thought yang mungkin bisa dianggap unpopular opinion bagi sebagian orang. Yup! Sesuai judulnya, gue akan bahas tentang alasan kenapa gue nggak lagi cek skincare ingredients via situs Skincarisma. Sebenarnya apa masalahnya, sih?
Keep on reading!





TENTANG SKINCARISMA

Skincarisma.com merupakan sebuah situs yang berisikan informasi mengenai cosmetic and skincare berbasis komunitas global. Tujuan situs ini sebenarnya bagus. Yaitu berusaha membantu komunitas beauty untuk dapat mengenali ingredients dalam proses membangun skincare routine yang tepat bagi masing-masing jenis kulit. 



Di dalamnya juga terdapat bebeberapa product reviews yang memiliki sistem rating dalam skala 1 sampai 5. Seperti pada gambar di bawah ini. Secara garis besar, memang seperti situs beauty forum pada umumnya, yaa. Poin plus nya, selama ini yang gue baca dari reviews nya itu benar-benar jujur. Bukan review untuk keperluan marketing semata. Nggak jarang user yang review satu produk sampai berparagraf-paragraf dengan detail. Contoh tampilan review nya seperti pada gambar di bawah ini.




EWG RATE PENTING, KAH?

Kalau kalian sering mampir ke situs nya Skincarisma, pasti sudah nggak asing dong dengan istilah EWG? EWG adalah singkatan dari Environmental Working Group yaitu sebuah organisasi nirlaba yang terdiri dari aktivis Amerika. Didirikan tahun 1993 oleh Ken Cook dan Richarch Wiles dengan headquarter yang berpusat di Washington, DC, Amerika Serikat. Tujuan dari EWG ini adalah menjasi organisasi lingkungan yang mengkhususkan diri pada penelitian dan advokasi masalah lingkungan, pertanian, lahan umum, dan kejahatan. EWG memiliki misi "memanfaatkan kekuatan informasi publik dalam melindungi kesehatan dan lingkungan masyarakat" (Wikipedia).

Jadi, sebenarnya bagus untuk menggunakan EWG Rate sebagai parameter untuk menentukan apakah suatu produk mengandung toxic chemical atau tidak. Termasuk jika di dalamnya mengandung allergens yang harus dicantumkan dalam label kemasan produk skincare.



EWG sendiri memiliki EWG's Licensing Criteria atau kriteria standard untuk mendapatkan lisensi EWG Verified Mark sebagai label yang menyatakan keamanan produk personal care yang bisa diunduh dalam bentuk file pdf secara gratis di sini.



Sayangnya, di Skincarisma hanya menggunakan EWG Rate saja. Seolah-olah kalau angka EWG Rate nya tinggi sudah pasti tidak aman dan tidak sebaiknya digunakan. Padahal, soal skincare nggak bisa textbook banget. Contohnya yang gue ambil dari analisis ingredient Avoskin Miraculous Refining Toner (Avoskin MRT) di bawah ini.


Di bagian ingredient bernama Glycolic acid, diberi EWG Rate 4 dan simbolnya bukan green. Bagi awam atau Skincare Newbies biasanya sering tanya di forum kalau EWG nya tinggi begitu apakah berarti tidak aman. Padahal, Glycolic acid adalah jenis AHA yang memang salah satu ingredient yang kita inginkan ada dalam sebuah exfoliating toner. Selama kita menggunakan teknik pemakaian produk yang benar, nggak perlu khawatir dengan EWG Rate. Apalagi jika produknya sendiri sudah lulus sertifikasi BPOM.





GENERALISASI KLAIM
Ada 2 kriteria yang paling sering dijadikan driven factors mengapa orang sering cek skincare ingredients via Skincarisma, yaitu: Sensitive Skin Friendly dan Fungal Acne (Malassezia) Safe. Sayangnya, definisi tentang keduanya juga sering salah kaprah. Nggak gampang cocok sama skincare langsung self-claim kulitnya sensitif. Padahal sensitive skin adalah kondisi bawaan lahir. Misalnya, dalam genetik memang ada riwayat eczema atau atopik dermatitis. Jadi, jangan karena ada label "Bad for Sensitive Skin" otomatis kalian hindari. Selama dukungan hidrasi kalian terpenuhi dan menggunakan produk dengan frekuensi yang bertahap, tidak perlu takut.


Hal lainnya soal Fungal acne (FA) yang jelas-jelas tidak ada penyakitnya. Beruntusan yang orang sering salah kira FA seringnya adalah whiteheads alias komedo tertutup. Karena jumlahnya banyak, penampilannya menjadi seperti "jerawat pasir". Komedo sendiri sebenarnya adalah acne juga. Namun, termasuk dalam jenis acne yang paling ringan. FA sendiri dalam istilah medis disebut Malassezia folliculitis yaitu infeksi kronik folikel philosebacea yang disebabkan oleh jamur kulit. Dinamakan demikian karena jamur tersebut tumbuhnya di folikel rambut. Makanya penampakannya mirip jerawat. Untuk tau apa kita mengidap Malassezia atau tidak harus diperiksa oleh dokter. Penyakit ini tidak bisa dideteksi secara kasat mata apalagi self-diagnose. Tetapi, masih banyak teman-teman yang dalam mencari skincare harus saklek memenuhi kriteria tersebut. Pokoknya kalau kata Skincarisma nggak FA Safe seolah produknya nggak boleh dipakai. Padahal, sayang banget kalau kalian melewatkan produk yang bisa jadi bagus di kulit kalian hanya karena labelling general yang bisa dibilang pseudoscience karena penyakitnya saja nggak ada.



Contoh di atas termasuk yang punya generalisasi claim yang kesannya positif banget untuk sebuah produk skincare. Sehingga, seolah-olah menjadi timbul pertanyaan baru. 
"Memangnya kalau tidak paraben-free tidak boleh dipakai?"
"Kalau tidak silicone free apa bakal bikin pori-pori tersumbat? Silicone bahaya, dong?"
Padahal kenyataannya, nggak se-apple to apple itu teman-teman. Paraben sendiri belum terbukti menjadi penyebab kanker. Meskipun pernah ditemukan di tubuh penderita. Tidak serta merta paraben jadi penyebabnya. Begitupun silicone yang dianggap berbahaya karena bisa menyumbat pori-pori. Padahal mau pakai skincare apapun kalau proses cleansing kalian tidak benar, tetap akan ada potensi penyumbatan. Karena kulit kita terus produksi sebum, bukan?




***

Eventually, kita sendiri yang paling mengenali keadaan dan kebutuhan kulit kita. Jadi, jangan pernah lelah untuk terus explore produk dan ingredients yang terbaik untuk kulit kita yaa, teman-teman. Tetap pakai Skincarisma sah-sah saja. Tetapi, gue saran jangan dijadikan sebagai satu-satunya patokan yang saklek. Semoga bermanfaat!





REFERENSI



No comments:

Holla! Thanks for reading my post. Silakan tinggalkan komentar atau pertanyaan terkait konten. Komen spam, annonymous, maupun berisi link hidup akan dihapus. Centang "Notify Me" agar kalian tahu kalau komennya sudah dibalas, yaa!

Bintang Mahayana (c) 2018. Powered by Blogger.